Minggu, 20 April 2014 1 komentar

Aku harus bagaimana

Kali ini
Aku harus jujur.

Mungkin setelah ini semua yang tlah kau canangkan pada aku akan luntur begitu saja.
Aku tahu resiko itu,
tapi sekali lagi aku harus jujur akan rasa dan sikap ini.


Ini bukan soal cinta, ini lebih ke persoalan sudut pandang dan cara menikmati.



Semua orang mengamini,
Kau adalah makhluk terindah yang pernah diciptakan Tuhan, begitu pula yang aku pahami.
Kau adalah salah satu makhluk yang aku kagumi dari mulai dulu sampai sekarang ini
walaupun antara dulu dan sekarang cara aku mengagumimu sedikit berbeda. *kurasa

yap.
aku masih mengagumi hati dan sikapmu.         
(aish.. kenapa masih saja kata-kata gombal terlontar dari mulut manisku ini)


Maaf
aku masih terlalu kikuk untuk bisa berkata jujur, mengungkapkan apa yang aku rasa selama ini.

Aku mencoba,
tapi mohon cermatilah dengan baik penjelasanku ini yang agak terlalu bertele-tele ini.

sampai di mana tadi....
oh iya, sampai di bahasan "mengagumi"


Dulu aku ingin sekali mengagumimu seperti layaknya kekaguman sang Fajar merindukan sang Senja.

Tapi jangankan aku bisa seperti itu,
hampir setiap hari, mataku slalu disuguhi hal-hal yang kuanggap tabu.
satu dua kali mungkin aku masih bisa mengintruksikan kesepuluh jari tanganku untuk membantu menutupi kedua mataku dan memerintahkan wajahku untuk bisa menunduk atau bahkan memalingkan wajah
namun selebihnya dan seterusnya, intruksi dan perintah itu tak lagi didengarkan, bahkan sengaja seirama dengan si mata untuk tidak melewatkan pemandangan itu.
lalu, aku harus bagaimana


Awalnya aku kira itu semua terjadi sebagai sebuah kekhilafan.
namun itu masih saja terjadi.
Aku pun masih menjaga lentera pemikiranku bahwa itu tetaplah sebagai sebuah kekhilafan.

kau perlu tahu,
aku pun masih diliputi perasaan risih setiap kali ingin menikmati.
jadi jangan heran ketika tak sengaja aku tertangkap mata oleh kau.
aku seakan salah tingkah sendiri.
dan aku pun yakin kau pun risih akan itu.

Tapi waktu demi waktu
anehnya hal itu masih saja terus terjadi.

(mungkin)
kekhilafan itu telah berubah menjadi sebuah kebiasaan.
kebiasaan buah dari jalaran teko kulino.

Dan jika memang benar seperti itu adanya.
tolong beritahu aku,
aku harus bagaimana

Agar nantinya ketika aku ingin menikmatinya
aku tak terganjal dengan kerisihan ku
dan begitu juga dengan kau

Dan perlulah kau tahu.
Jujur dari lubuk hati yang paling dalam.
slama ini aku hanya bisa menikmati dengan caraku
yang dengan diam-diam, dengan curi-curi pandang, dan secara tidak sengaja tertelan ludahku
bahkan mungkin beberapa kali momen menikmati itu kujadikan fantasi pribadiku yang kusimpan sendiri
yang sewaktu-waktu bisa kuunduh dan kunikmati sendiri

tolong beritahu pada aku
bagaimana cara yang santun untuk bisa menikmati apa yang kau pamerkan itu.
menikmati tiap sentinya dengan khidmat, menikmati tiap helai lekukan dengan detail.
menikmati hal yang kuanggap keindahan itu

dan
saat ini sebagian dari kau, telah banyak yang menutup apa yang seharusnya ditutup
entah itu adalah panggilan hati atau mungkin sebagai ajang ngekor saja
atau malah sebagai bagian dari keikutsertaan kau mengikuti fashion yang lagi in saat ini

Tapi,
itu bukan urusanku
aku tak mau terlihat baik di depanmu
biarlah kau tahu juga diriku ini tak lepas dari kemunafikan

Entah mungkin otakku yang sudah ngeres.
masih saja aku lihat sebagian dari kau yang sudah tertutupi.
namun di mata aku masih saja terlihat jelas tiap centi lekukan tubuh kau
bahkan semakin jelas batasan-batasan itu.
dan maafkan aku jika aku harus menikmati dengan diam bahkan tak sengaja tertelan ludahku

Sekali lagi
tolong beritahu aku dan jelaskan pada aku
bagaimana aku harus menikmati ini semua
yang terkadang aku risih namun terkadang aku menikmati.
sehingga nantinya aku dan kau sama-sama enak, sama-sama bisa menikmati dengan nyaman dan dengan cara yang santun.
dan akhirnya,
aku puas, kau pun bangga.


dan sekali lagi,
bantulah aku menjawab pertanyaan dari pertanyaan yang sampai saat ini tak kutemukan jawaban pastinya.
.Aku harus bagaimana



Minggu, 13 April 2014 0komentar

si Peramal Masa Depan

Malam itu tidak seperti malam biasanya buat si Am, yang biasanya dia habiskan malam berada di kamarnya hanya untuk sekedar bermain game dari laptopnya atau sekedar melihat kumpulan film baru hasil download. Malam ini dia berada di depan teras kamarnya ditemani kopi pahit khas Lampung yang entah sudah berapa lama masa berlakunya habis, tapi tetap saja si Am menikmati kopinya dengan nikmat seakan seperti sedang menyeruput kopi luwak asli yang harganya mungkin 10 kali lipat dibandingan kopi yang sedang dinikmatinya sekarang dan tidak lupa malam ini dia ditemani suara kodok dan jangkrik yang saling bersahutan mencoba mengisi relung malam yang kosong.

Malam itu kebetulan bulan lagi berbaik hati menunjukkan paras asrinya kepada si Am, yang dari tadi mencoba untuk mencari posisi yang benar-benar enjoy buat dia, entah apa yang akan dilakukannya.. dan apa yang sedang dipikirkannya,, pikirannya kalang kabut seperti knalpot asap motor butut tetangganya, di mencoba menangkap serpihan pikiran-pikirannya yang melayang tanpa massa. sampai dia akhirnya mampu menangkap serpihan-serpihan pikiran itu lalu disusunnya dengan rapi merangkai sebuah pemikiran yang sudah dua hari ini coba dia rangkai..

Malam itu seakan mendadak hening, kodok yang dari tadi bersuara mendadak hening, mungkin si kodok  pergi mencari makan di seberang sungai sana, dan si jangkrik mungkin sedang mencoba peruntungannya di tempat lain.

Si Am pelan dan perlahan berinteraksi dengan dirinya sendiri, dia baru menyadari bahwa selama ini dirinya telah lama menjadi peramal.. tapi bukan peramal seperti Ki Joko Bodo atau sejenisnya, tapi peramal masa depan,, Si Am awalnya pun tak percaya kalau memang dirinya dari dulu telah menjadi peramal masa depan, dia pun tak habis pikir, seharusnya dengan kemampuannya tersebut dia sudah bisa meramal masa depannya, tentu hidupnya akan jauh lebih layak dari pada saat ini yang penuh dengan masalah yang datang bertubi-tubi datang pada diri si Am.. tidak hanya masalah tapi juga ketakutan yang tidak jelas dari mana datangnya membuat beban pikirannya tak kunjung reda malah bertambah.

Sampai akhirnya si Am menyadari bahwa dirinya selama ini telah menjadi peramal masa depan bukan malah memberikan keuntungan buat diri pribadinya, malah menambah beban. ternyata selama ini si Am selalu meramal masa depan mencoba berangan-angan, mecoba merangkai mimpi, tapi sembari itu pula si Am membuka ruang ketakutannya seolah menjadi pembanding dengan semakin tinggi mimpi yang direkanya, sehingga belum sempat dia melangkah untuk mencoba meniti mimpinya dia sudah terantuk oleh ketakutannya sendiri. kadang pula si Am terlalu asyik untuk meramal, terbuai dengan mimpi, mimpi yang boleh dikatakan kosong, kosong dari tindakan, yap si Am selalu terbuai dengan mimpinya, tanpa sedikitpun melangkah.

Si Am pun menyadari, bahwa sebenarnya meramal masa depan itu adalah PASTI, PASTI tidak PASTI. si Am pun termenung kala itu, sambil terus berpikir bahwa seharusnya dia segera terbuka dengan masa depan, hal terbodoh yang mungkin pernah dia lakukan adalah bermain-main dengan masa depan, slama ini dia terjebak dengan mencoba meramal masa depan,,
dan di penghujung malam itu terpatrilah sebuah kata-kata yang keluar dari bibirnya "ah, mungkin formula terbaik adalah dengan terbuka dengan masa depan, dan berfokus pada hari ini, gw harus berubah, gw harus fokus pada hari ini, seperti apa esok adalah seperti apa gw hari ini. gw harus berubah..."

Dan malam pun kembali ke peraduannya, kata-kata yang terpatri entah akan menjadi tenaga booster untuk memperbaiki menjadi lebih baik ataukah itu hanya akan sekali lagi menjadi mimpi kosong..

 ah sudahlah,mungkin harus di wajari karena dia memang si Am.





si Am : si Anak Manusia

 
Sabtu, 05 April 2014 0komentar

Kubangan yang sama (1)

Untuk kesekian kalinya
terjatuh di kubangan yang gue gali sendiri (lagi)

Memang gue akan bangkit dan biasanya slalu begitu
tapi apa itu akan berawal kembali lagi dari kubangan yang sama

luka dan bekas masa lalu tak pernah bisa mau bertahan lama
hanya sejenak mampir di awal dengan bayang ratapan akan sampai kapan seperti ini terus. 
tidak lebih.
setelah itu semua kembali dan berawal kembali dari kubangan yang sama.

seperti halnya anak SD harus mampu menyelesaikan ujian di yang diberikan di penghujung untuk bisa naik kelas, dan gue tetep sama, selalu gagal, dan dengan semangat di awal  untuk bisa lolos dari ujian itu yang nantinya akan surut dan berujung di gagal melewati ujian. dan sekali lagi gue harus mengulang dari titik awal, dan tetap akan menghadapi ujian yang sama. gue gag akan bisa lari dari ujian ini. karena hidup ini sama seperti tahapan. gue kagak akan bisa naik level sebelum bisa melalui ujian. masih ujian yang sama. dan selalu gue ngelakuin hal yang sama untuk menghadapi ujian yang sama berujung pada kubangan yang sama.

gue gag bisa menghadapi ujian dengan cara yang sama,, gue kudu menghadapi dengan cara yang lain. pelajari kesalahan di masa lalu yang buat gue gagal.

Tuhan masih mungkin masih berbaik hati memberikan kesempatan, entah sampai kapan
tapi gue gag mau habisin umur gue hanya untuk menghadapi ujian yang sama, sedangkan waktu tak pernah bisa diajak bernegosiasi sedikitpun, sogokan pun tak pernah dilirikanya, ah dasar waktu, selalu saja angkuh.

untuk kesekian kalinya,
gue harus kembali melangkah...


Rabu, 02 April 2014 0komentar

Ketika Muna menjadi Fix

Diantara perbatasan hitam dan putih ku kaburkan garis pembatas diantara keduanya agar aku bisa berpindah posisi dimanapun aku ingin,

Rentetan kata kuputar balikkan sesuka gairah dan didukung pula dengan lidah yang untungnya tidak pernah bertulang, 

Gesture ku perankan dengan baik, telah banyak topeng yang kubuat dan kuukir sendiri, agar aku bisa memerankan peran apapun dan kapanpun, kebebasan yang terbungkus dengan kealiman gombal, dan keliaran yang tersusun rapi dengan kehusyu'an semu. 

Hal yang wajar ketika sesekali harus berjumpa dengan kejenuhan, terbayang ada cahaya terang di balik ruangan gelap yang aku ciptakan sendiri, dan dengan jelas terlihat jalan kecil yang bisa mengantarku ke ujung cahaya, namun keengganan untuk meninggalkan zona nyaman masih membuatku betah untuk terus melekatkan pantat ini di ruangan ini.

 
Sabtu, 29 Maret 2014 1 komentar

Jalan itu,,


Tiap masing-masing dari kita menjalani kehidupan seperti menelusuri sebuah jalan,

Jalan itu ada yang terpampang jelas dengan penerang yang binar 
dan ada pula jalan yang hanya berteman dengan gelap temaram.
 
itu tidak menjadi soal,, 
itu tergantung dari bekal apa yang kita bawa, dan saat bekal itu habis pun masih banyak pemberhentian di sepanjang jalan itu, kita bisa sekedar melepas lelah, ataupun mengisi bekal, tapi jangan terlalu lama berhenti di pemberhentian itu, karena jalan yang kita telusuri berbandingg lurus dengan waktu yang enggan untuk menanti. Saat menelusuri jalan itu kita bebas untuk memilih ruas jalan mana yang akan kita ambil, bisa lewat ruas kanan, kiri ataupun tengah, karena memang jalan itu hanya satu arah saja.

Kita tidak akan pernah menemui jalan yang pernah kita telusuri,, 
dan kita tidak akan pernah bisa kembali ke bagian jalan yang telah kita lalui, 
mungkin, yang bisa kita lakukan hanyalah menengok kebelakang tanpa sedikitpun bisa mundur ke belakang,
yah, jalan itu mengharuskan kita untuk terus melangkah, 
kecepatan langkah itu pun kita yang menentukan

tapi sekali lagi,
kita tidak akan pernah bisa kembali mundur ke belakang..

Mungkin saat ini kita telah berada di tengah penghujung jalan, atau mungkin tinggal beberapa langkah lagi menuju penghujung jalan,, 
kita tidak benar-benar tau dimana jalan masing-masing dari kita akan berujung 
dan lagipula itu bukan urusan kita,
urusan kita adalah bagaimana kita menelusuri jalan yang ada itu,

dan sekali lagi,
kita tidak bisa kembali mundur ke belakang ke bagian jalan yang telah kita lalui,
kita hanya bisa mengenang apa--apa yang telah kita lakukan pada setiap ruas jalan yang telah kita lalui yang terekam dalam kenangan  masing-masing dari kita. 

Saat ini yang terbaik mungkin adalah bagaimana kita melewati jalan yang ada dihadapan kita, hingga nanti kita sampai ke penghujung jalan ada sesuatu yang tergores indah dalam nisan selama perjalanann kita, bukan hanya dikenang sebagai seonggok daging yang hanya punya nama.

*yang nulis lagi ngigau, harap maklum :D

Jumat, 28 Maret 2014 2komentar

My Bed My Destination


cek cek....

bagi KITA kebanyakan.....

hmmm....
bentar-bentar

terlalu naif ya, kalo setiap kali nulis
 selalu pakek kata KITA.
 seakan-akan yang nulis ini 
mencoba mencari teman satu perjuangan.hehe


oke deh. diganti. diganti :D

ehm ehm,,
bagi gue,, selama menggauli kehidupan yang katanya fana ini, pasti selalu butuh rehat, butuh bersantai kayak di pantai.hehe.
apalagi kayak gue gini yang porsi badannya lebih dari biasa alias luar biasa (maksa dikit :D), istirahat tidur udah agenda wajib yang kagak boleh dilewatin. harus itu.
begitu juga dengan berSANTAI ria, itu juga hal yang kudu dilakoni, apalagi kalo udah seharian berjibaku dengan pekerjaan yang menguras pikiran, tenaga, dan waktu, itu jelas butuh istirahat dan bersantai dulu dong..

hmmm,,,
tapi kagak tau kenapa ya,, bagi gue saat ini, istirahat dan bersantai itu udah kayak sesuatu yang gue harapkan bingit. bangun pagi berangkat ngampus, harus melototin slide yang isinya kata-kata gag jelas maksudnya (menuurut gue lo ya), dengerin bapak dan ibu dosen dari mulai pagi sampai sore, selama proses itu udah ngebayangin bahkan sudah diplaning nih di dalam otak, ntr kalo udah balik dari ngampus langsung balik ke kos jangan lupa beli makan dulu sekalian cuci mata tuh (kalo ada), cap cuss ke kosan, bersantai ria, tidur, sebagai harga yang harus dibayar setelah setengah hari lamanya habis bergelut ala sumo dengan yang namanya kuliah dan sodara-sodaranya.

sampai pada satu titik,
gue ngerasa, gue sekolah jauh-jauh disini, dengan tekad bulat seperti bola pingpong, membara seperti api unggun pramuka tingkat siaga, (dulu dulu,!! sekarang,, tau deh hehe) setelah berjalannya waktu kok orientasi gue berubah yaaa,,, gue kuliah, ngerjain tugas (walaupun terkadang harus mengiba terlebih dahulu ke konco-konco yang lain untuk mau dimintain bahan atau mungkin tugas laporannya yang udah jadi hehe). bela-belain cari bahan untuk praktikum, belajar masih pakek cara konvensional sistem kebut semalem, ujung-ujungnya kok malah pingin cepat kelar semua tu urusan kuliah biar bisa segera bersantai ria dan beristirahat nyenyak. loh.

nah, berarti istirahat dan santai gue sekarang udah jadi tujuan ngampus gue,, jadi gue brngkat ngampus biar bisa segera bersantai, bsok ngampus cepet balik biar bisa santai-santai, gitu aja seterusnya. nah kok serba kebalik gini yah...
wah gag beres nih,,, ada yang salah nih dengan prinsip gue,,
harusnya gue jadiin istirahat dan santai gue tetap sebagai kebutuhan bukan malah jadi tujuan, gue jadiin istirahat dan santai gue ini sebagai bentuk perenggangan dan proses pengembalian semangat gue untuk kembali berprogres ke tujuan utama gue yaitu menuntut ilmu.
Gue buang jauh jauh dan jangan sampai jadiin istirahat santai sebagai impian di dalam progrees gue menuntut ilmu.

yah gue bisa...
I know what must I do....


terserah ini mau dibilang apa,,
mau dibilang curhat??!!  boleh,,..
minta diperhatiin??!! ya bolehlah.....
yang penting kudu tetep happy,,, :D


Impian itu masih menggantung di langit-langit pencapaian,,
Ibarat sebuah pohon yang bisa menghasilkan buah, seperti itulah layaknya impian-impian yang masih hanya sebatas diidam-idamkan dan yang selalu disorak-sorakkan,,
Berprogres menggapai impian, yang biarpun jatuh tetap bangkit dan begitu seterusnya hingga mencapai impian yang tergantung di langit pencapaian ibarat sebuah pohon yang sedang berbuah.

mau pilih yang mana... monggooo,,,,,
Minggu, 16 Februari 2014 0komentar

Belajar dari Karet Gelang!!!





Dasar karet gelang!!!
dan memang karet gelang,,,
Lagi iseng kepengen ngomongin makhluk unyu-unyu satu ini,



Mari kita coba lakukan percobaan,,
atau kalau si batang hidung karet gelang gag nongol-nongol, bolehlah berimajinasi sejenak,,
Percobaan pertama
Karet gelang jika ditarik pada titik tertentu selama waktu tertentu (ex: 5s), ketika dilepas bentuknya masih sama dengan ukuran awal
Percobaan kedua
Karet gelang jika ditarik pada titik tertentu selama waktu tertentu (ex; 60s), ketika dilepas bentuknya tidak akan seperti bentuk asalnya atau sudah melar,
Percobaan ketiga
Jika ditarik lagi agak lebih tegang dan selama waktu tertentu (sama seperti pada percobaan 2), ketika dilepas bentuknya tidak akan sama dengan dengan bentuknya seperti pada percobaan kedua,
Percobaan keempat
Ditarik lagi sampai sekuat tenaga, dan si karet gelang itu akhirnya terputus.


Potensi hidup kita hampir sama nasibnya kayak si karet gelang atau lebih gamblangnya lagi potensi hidup kita sama seperti sifat-sifat si karet gelang ini.
Kita punya potensi yang sudah ada, dan tiap orang berbeda, yeah kamu punya flesksibilitas yang special, unic. tapi sering kita tidak menyadari itu. kita terlalu asyik dengan apa yang namanya zona nyaman atau lebih tepatnya zona aman, dimana kita merasa zona itu paling aman untuk kita, aman dari segala bentuk perubahan, aman dari segala ketakutan yang datang menghantui tentang segala kemungkinan jika kita bergeser dari zona tersebut.

Mau tetap stay di zona itu atau mencoba mencari beribu alasan untuk "membenaarkan zona aman",, ya sekali lagi itu terserah ente-ente yang pasti waktu terus berjalan, meninggalkan tiap-tiap dari kita yang tidak mau tau atau pura pura tidak tau :D

Ada pula yang saat ini (lagi) berproses untuk keluar dari zona amannya, mencoba mencari potensinya, mencoba mempertajam potensinya, namun saat sedanga mencoba tetap saja berakhir dengan kembali ke titik 0, kembali ke titik awal.
Itu bukan sebuah akhir. coba di bayangin lagi saat kamu menarik karet gelang, saat kamu menarik hanya dalam hitungan detik saja. tidak ada perubahan kan. yap. sama seperti potensi. potensi tiap-tiap dari kita membutuhkan waktu, waktu yang harus kita tukarkan untuk melejitkan potensi kita.

Pertaruhkan waktu itu, tukarlah waktumu dengan daya usaha untuk mempertajam potensi kamu, melejitkan potensi kamu. memang tidak ada yang namanya instan, tidak ada yang sebentar, tapi percayalah dengan usahamu, tidak ada yang akan sia-sia. dan nantinya aku, kamu, kita semua tidak akan pernah sama lagi dengan titik awal kita, kita tidak akan sama lagi dengan sebelumnya. jika karet gelang ditarik sekuat tenaga akan putus berbeda dengan kita sebagai makhluk hidup istimewa dengan anugerah akal dan dengan segala kelebihan kita dari Sang Pencipta, semakin ditajamkan, semakin dilejitkan, sejalan dengan waktu maka hasilnya pun akan sepadan. Insya Allah.

dan mungkin si karet gelang akan sedikit bangga karna keberadaannya bisa memberi arti walau sekelumit :D



Sabtu, 18 Januari 2014 0komentar

Entahlah,,


Jiwa ini berselimut debu
debu yang entah mampir darimana
dari jiwa yang terbiarkan 
atau 
jiwa yang terlalu lama diajak berkeluh 
entahlah,,,


Masih menerawang dunia
melalui jendela kecil di sudut kamar ini
tak jelas, tak tampak,,
Ouwh,,
mungkin jendela ini sudah ikut berdebu

tapi sebentar,, 
tidak ada yang salah dengan jendela ini,,
Yah, mungkin jiwa yang berdebu inilah yang membuat pandangan tak jelas
Lalu,
apa hubungan antara jiwa dengan jendela,,
entahlah,,,



Tetes air  masih saja jatuh dari langit
entah dari langit yang mana,
dan sekali lagi, itu menjadi alasan
untuk tetap nyaman di sudut kamar ini
masih gemar menerawang dunia melalui jendela kecil ini
walaupun hasrat tlah melambung,
untuk menerawang dunia melalui dunia
tapi kapan,,

ah entahlah,,,






Selasa, 15 Oktober 2013 0komentar

The Carnivorous Caterpillars (Amazing Insect)

Siapa yang tidak tahu dengan Kupu-kupu atau ngengat, jenis serangga ini masuk ke dalam ordo Lepidoptera, pada fase pra dewasa atau larva adalah fitofag (herbivora) dan menjadi "hama" pada beberapa tanaman penting. Pada fase imago menjadi kupu-kupu yang indah bahkan menjadi serangga polinator. Akhir-akhir ini para ahli entomolog menemukan sebuah fenomena yang luar biasa, fenomena pada ordo Lepidoptera itu ditemukan di kepulauan Hawai (USA) dan Amerika Utara.  Pada beberapa spesies ditemukan serangga (fase pradewasa) merupakan entomofag (karnovor) serangga lain. Hal ini mengagetkan karena umumnya serangga di Ordo Lepidoptera pada fase pradewasa merupakan fitofag.
Beberapa serangga tersebut adalah:

1. Eupethicia orichloris 

Image from google
E. orichloris masuk ke dalam famili Geometridae (Jengkal Bumi), umumnya dikenal famili ulat jengkal. hanya ditemukan di kepulauan hawai. Bentuk dari larvanya berwarna hijau dan ada yang berwarna coklat, mempunyai 3 pasang tungkai sejati yang terdapat kuku pada tiap tungkainya dan 2 pasang tungkai semu. Larva E. orichloris ini memangsa segala serangga (generalis), mempunyai cara berburu dengan sit and wait, menunggu mangsanya, biasanya pada saat menunggu mangsanya, larva berkamuflase dengan sekitarnya. 

sit and wait dengan kamuflase pada lingkungan sekitar
(image from google)
Saat ada mangsa berada di jangkauannya dengan cepat larva ini mencengkram menggunakan 3 pasang tungkainya yang tajam. 
image from google
2. Feniseca tarquinius
F. tarquinius ditemukan di Amerika Utara dan Kanada, termasuk dalam famili Lycanidae, larvanya berwarna abu abu dan putih, kisaran tubuhnya (1,9 cm), di selimuti bulu berwarna putih tegak. Pola tubuhnya sering dikaburkan dengan lilin putih yang dihasilkan mangsannya dan sebagai bentuk kamuflase (Minno et al., 2005). 

image from google

Telur diletakkan oleh imago di sekitar koloni aphids, setelah menetas pada instar pertama sudah mulai memangsa aphids sampai pada instar keempat. bentuk pertahanan dan perlindungan dirinya dengan menyelimuti tubuhnya dengan lilin putih di sekujur tubuhnya, hal ini untuk memudahkan dalam membaur serta mengelabui semut yang melindungi aphids (mutualisme).
Selain itu, larva F. tarquinius mengeluarkan senyawa kimia yang mampu mengelabui semut, dan membuat semut menganggap larva F. tarquinius adalah aphids seperti yang lain. Kisaran mangsa F. tarquinius adalah wooly aphids dan beberapa serangga lain termasuk treehoppers.
peletakan telur oleh imago di koloni aphids
(image from google)

3. Hyposmocoma molluscivora
H. molluscivora ditemukan hidup di kepulauan hawai, termasuk dalam famili Cosmopterigidae, panjang tubuh larva H molluscivora kisaan 8 mm, mempunyai perisai pelindung dari bahan sutera menyerupai cangkang siput. Larva H molluscivora juga menggunakan suteranya untuk memerangkap dan melumpuhkan siput sebagai mangsanya, larva ini memutari siput sambil menjaring siput dengan suteranya sampai siput tidak dapat bergerak lagi, kemudian larva melakukan penetrasi langsung ke dalam cangkang siput (Rubinnof D and Hainess D.W., 2005)
image from google

_____



Fenomena yang diluar kebiasaan umum yang terjadi pada serangga ordo Lepidoptera ini (ada beberapa dugaan, pertama, serangga tersebut awalnya adalah fitofag kemudian beralih menjadi entomofag dengan berbagai faktor penyebabnya, kedua, memang dari awal spesies serangga tersebut merupakan entomofag yang baru ditemukan dan diketahui) dari dugaan-dugaan itu, perilaku makan serangga tidak lain tidak bukan adalah bentuk pemenuhan kebutuhan nutrisi tiap serangga dan ketersediaan makan di habitatnya masing-masing.


Eupethicia orichloris behaviour

Feniseca tarquinius

_______________

Referensi
Rubiniff D., Haines W.P..2005. Web-Spinning Caterpillar Stalks Snails. Science 309 (5734):575
Minno MC., Butler JF., Hall DW. 2005. Florida Butterfly Caterpillars and their Host Plants. University Press of Florida. Gainesville, Florida. 341 pp.
Watanabe K., Lei LG., Kiyotaka I. 2005. Pattern Analysis for Semi-Looper Type Robots with Multiple Links. ICCAS.2(5).


Selasa, 03 September 2013 0komentar

di SINI Kamu Bebas Jadi Apapun


Kamu semua bebas menjadi apapun, bisa menjadi apapun,
   dari Imposible menjadi I'mPossible
Kamu bebas melakukan apa saja, dari tidak seharusnya menjadi harus kamu lakukan
Kamu diberikan kesempatan selebar lebarnya untuk mencari jati diri kamu
Kamu bebas merangkai masa depan, entah itu terang ataupun petang

Semuanya ada di sini,, di zona penuh kebebasan, Zona Mahasiswa.



Tidak akan ada lagi guru ataupun pengajar yang akan mengekang kamu, kamu bebas ikut pelajaran atau tidak, ataupun mencuri curi kesempatan untuk bisa Titip Absen. Kamu bebas melakukan itu...

Tidak akan ada lagi yang sok ngatur ngatur kamu,, tidak akan ada lagi kekangan dari orang tua, tidak ada lagi ada pantauan dari orang tua, pengawasan dari orang tua.. Kamu bebas berbuat tanpa aturan....

Tidak akan ada lagi waktu yang mampu membatasi kamu, kamu bebas berbuat semaumu dengan waktu, kamu bebas menggatikan malam sebagai siangmu dan siang sebagai malammu, kamu bebas memutar balikkan waktu...

Tidak akan ada lagi yang bisa membatasi kamu, kamu bebas bergaul dengan siapapun sampai bergaul bebas dengan siapapuun,, itu terserah apa kata udel mu..

Tidak akan ada lagi aturan yang menjerat kamu, tidak ada aturan kamu harus mengenakan baju putih, dan dimasukkan, tidak ada lagi aturan rambut harus 5 cm di atas telinga, tidak ada lagi,, kamu bebas menjadi dirimu sendiri, bahkan bebas menjadi bayangan orang lain.. kamu bebas menjadi apapun....

Yapz,,, kamu bebas menjadi diri kamu sendiri,, be Yourself...

Itulah Mahasiswa
Kamu diberi kebebasan seluas luasnya, karena orang orang disekitarmu, lingkungan di sekitarmu percaya bahwa kamu yang sekarang sudah bisa diberikan tanggung jawab, sudah bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk, sudah tegas berkata "tidak" terhadap sesuatu di luar  moralitas, dan yakin bahwa kamu bisa menjaga amanah kebebasan yang diberikan.. Kebebasanmu akan tiba untuk dipertanggungjawabkan...

Inilah masanya, masa mahasiswa
Kamu bebas mencari dan membentuk jati diri kamu, di sini lah tempat kamu membentuk dan mencari jati diri pribadimu.. Perhatikan pikiranmu dan Bijaklah dalam bergaul,,
kamu akan berbau wangi jika bergaul dengan tukang parfum, begitu pula jika kamu bergaul dengan tukang ikan kamu pun akan berbau amis.

Pilihan ada di tangan mu wahai pemangku kebebasan

Tata pikiranmu,, Atur kembali tujuanmu berada di zona ini,, jaga kebebasan yang diamanahkan kepadamu..jangan seperti air yang bebas mengkuti arus, diombang ambingkan oleh kepalsuan kehidupan.

apa yang kamu lakukan hari ini adalah refleksi seperti apa dirimu esok hari..


*jika dianggap tulisan ini omong kosong,,, cukup simpan dan bukalah ini 2-3 tahun mendatang, dan bercerminlah...
 
;