Senin, 26 Januari 2015 2komentar

POSITIVE-THINGKING saja tidak cukup!!


Gue kudu bisa ngelarin skripsi gue tahun ini, harus #pasangikatkepala
 Hidup Gue gini-gini aja, kagak ada kemajuan, Gue kudu menata hidup lagi nih, harus ada resolusi besar dalam hidup Gue #busungkandada
Akan tiba saatnya "Mah,,, uang bulanan-ku habis nih, kirimin ya Mah..." akan menjadi "Mah,, udah aku transfer bulan ini,, nanti di cek ya Mah..." #bayangindepan cermin
Gue harus memantaskan diri, sekarang kaga pakai nanti. Masa' kerjaan udah di tangan, tapi belum ada tangan yang bisa digandeng ke pelaminan #jlebbngenes

Sedikit contoh tentang POSITIVE THINGKING.
Ribuan POSITIVE THINGKING yang udah kita buat dan kita canangkan untuk diri kita sendiri.
Ada yang diukir rapi di buku diary. ada!
Ada yang dengan sengaja  mengultimatumkan secara gamblang. ada!
Ada yang bela-belain ditulis di notes dan ditempel merayap disekujur kamar. ada!
Ada yang ngutip quote dari ahli motivasi trus diunduh di medsos.ada!
bahkan
Ada yang kurang kerjaan sampek ditulis trus dipost di blognya. juga ada buktinya! (hehe)

Beragam cara yang bisa membantu kita terus ingat dan bisa selalu berPOSITIVE-THINGKING, namun namanya juga manusia,, yang tidak sempurna, semua usaha-usaha diawal hanya sedikit yang terealisasi, jikapun ada yang bisa mengoptimalkan itupun hanya itungan sempoa,, salah satunya bukan penulis lo ya hehe
saking galaunya...
Gue udah berusaha selalu berPOSIIIVE-THINGKING, tapi kenapa ya gag pernah ada perubahan.. jikapun ada itu hanya itungan hari aja, abis gitu balik lagi
POSITIVE-THINGKING aja...? kurang guys.. ada satu yang terlewatkan, bahkan ini adalah hal dasar bedh. kita kita sering meremahkan peran hati (baca: perasaan). ketidak tercapaian apa yang udah kita POSITIVE-THINGKINGkan karna sejatinya kehendak pikiran tidak sinkron dengan kehendak hati.

Kita ingin segera bisa lulus dengan ngelarin skripsi. udah kita rangkai dalam untaian kata-kata yang menggelora semangan yang bahkan kita canangkan selalu dalam pikiran. tapi keinginan ini gag juga kesampaian karna ternyata hati kita tidak sama seperti apa yang kita pikirkan. Di dalam hati masih ada keraguan, menunda, menganggap remeh dan segala bentuk yang beterbalikan dengan apa yang kita inginkan.

Kita ingin sukses tapi masih doyan aja menunda
Kita ingin sehat tapi selalu ada alasan buat tidak meluangkan waktu untuk berolahraga
Kita ingin kurus tapi gag bisa nahan godaan buat ngemil
Kita ingin tapi ragu
Kita bisa tapi nanti

Apa yang kita pikirkan berwujud dalam sebuah keinginan tidak akan menjadi apa-apa selama kita tidak pernah berusaha untuk menyamakan dengan kehendak hati. Hal ini pula berlaku dalam DOA, Doa itu didengar dan diterima sesungguhnya dari ketulusan hati bukan ucapan sebagai buah dari pikiran, coba dicek lagi doa kita selama ini, kita yakin apa tidak dengan permintaan kita, bahkan jangan jauh-jauh, kita sejatinya mengertikah dengan apa yang kita inginkan. nah loh.

Tuhan tidak mengabulkan doa dari hati yang lengah dan ragu
-Muhammad SAW-

 Pada dasarnya, Semua keinginan adalah keputusan sementara di kepala kita, sementara perasaan merupakan keputusan final di hati kita. 
Dan, sebelum kita berhasil membuat kehendak pikiran sinkron dengan kehendak hati, selama itu pula kita akan terombang-ambing dengan ketidakberdayaan. Terombang-ambing dalam ketidakberdayaan sama halnya ketika kita melihat sang pujaan hati lalu lalang di depan kita namun kita tidak bisa berbuat apa-apa bahkan hanya untuk sekedar say hai saja tidak mampu.

Tidak ada yang keliru dengan kebiasaan kita untuk berPOSITIVE-THINGKING, itu sebuah habit yang bagus apabila kita proses ke dalam hati kita, sebagai bentuk penguatan dan peneguhan. Mulailah dari bagaimana kita mengelola hati (baca: perasaan) yang nantinya mengkristal menjadi pikiran yang secara otomatis mengalir dalam bentuk tindakan.
AYO JADI BAIK...





Selasa, 09 Desember 2014 1 komentar

Siapa yang pantas dibilang BUAS

BUAS
apa yang langsung ada di benak ketika disebutkan kata di atas itu..

Predikat yang slalu kita berikan kepada binatang binatang predator yang ganas dalam memangsa mangsanya..

So pasti,,

Tapi tahu tidak,
Sebenarnya apa yang sudah kita sematkan itu mungkin kurang pas jika kita kaji lebih detail lagi,

Ayok kita coba,
Kita ambil contoh singa yang telah disematkan padanya sebagai the king of jungle, predikat itu diberikan karna perannya sebagai binatang ganas, yang selalu menjadi mimpi buruk bagi para mangsanya.

Tapi tahu tidak,

Pertama,
Singa tidak akan pernah makan atau memangsa ketika dalam kondisi kenyang, dalam kondisi kenyang mau seperti apa mangsanya seliwar-seliwer di depannya, seperti apa bentuk dan ukuran mangsanya, tak akan mempengaruhi si singa tersebut, tidak bergeming, tidak tergoda.
Kedua,
Singa saat lapar dia akan mencari mangsanya, dengan segala strategi untuk bisa menangkap mangsanya, umumnya singa menggunakan strategi sit and wait, menunggu di posisi yang tak terlihat dan mengambil posisi dimana dia mudah mengawasi pergerakan mangsanya, menunggu dengan sabar sampai timing yang tepat untuk menyergap. Ini dilakukan sebagai bagian dari strategi penggunaan energi, tanpa strategi ini tentu peluang mangsa tertangkap sangat kecil dan juga membutuhkan energi yang terbuang banyak. Sekelas singa, masih memerlukan strategi untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Ketiga,
Singa ketika menerkam mangsanya akan langsung menggigit organ vitalnya pada bagian leher, dengan asumsi untuk segera melumpuhkan mangsanya.
Keempat,
Saat sedang menikmati hasil tangkapannya, singa tidak akan tergoda untuk menangkap mangsa lainnya, dia fokus menikmati hasil buruannya, tidak peduli di depannya masih ada mangsa yang lebih baik dari pada mangsa yang telah dia tangkap. Dan Singa tidak akan pernah menyisakan makanannya seakan tahu porsi yang pas untuk sarapannya kecuali jika itu untuk disisakan untuk pasangannya atau anaknya.

Lalu masihkah kita menganggap binatang tersebut buas?

Dan Kita Manusia
yang berada di level tertinggi dalam kasta piramida makanan.
Makan tak mengenal lapar dan kenyang, apalagi jika menu yang terhidangkan merupakan menu yang eksklusif dan apalagi jika itu gratis dan tidak membutuhkan upaya yang besar untuk bisa menikmatinya. Segala hal yang berhubungan tentang perut, kita rela dan menikmati untuk menumpuknya, dan ketika sudah menumpuk kita dengan bangganya mengahamburkannya. sebenarnya yang lapar ini perut atau mata?!

Kemudian bagaimana dengan kita yang digadang gadang sebagai cipataan yang paling sempurna diantara ciptaan lainnya..yang diberikan akal yang dengan itu kita bisa berpikir...
Kita yang tidak pernah puas dengan apa yang ada di depan kita, selalu ada saja hal hal yang membuat kita selalu saja menganggap apa yang ada di depan kita tidak lebih baik dari segala di sekitar kita, menjauhkan kita dari rasa syukur dan pada akhirnya tidak pernah bisa menikmati apa yang sudah di tangan dan kebahagiaan itu terkikis dengan  ketakaburan yang tak pernah terpuaskan.

Lalu sebenarnya siapakah yang pantas dibilang BUAS,,??
kalo urusan perut saja kita sudah BUAS lalu bagaimana dengan urusan urusan kehidupan lainnya??
Jumat, 14 November 2014 0komentar

Ujian open book kehidupan

Ujian closed book itu hanya ada di bangku sekolah dan kuliah.
Suatu pertanda bagi kita pada saat itu untuk menyiapkan segala bahan ujian karna asumsi normalnya tidak ada bantuan yang bisa kita jadikan pijakan saat ujian nanti walopun selalu ada kondisi abnormal di mana kita masih bisa memanfaatkan peluang sekecil apapun. -ini fakta dan pengalaman-

Ujian open book itu juga ada di bangku sekolah dan kuliah. Suatu pertanda di mana kita masih bisa bernapas lega karna bebannya bisa jadi tidak terlalu berat, karna tinggal membawa saja bahan bahan ujian ketika ujian berlangsung. Namun faktanya itu malah akan merepotkan ketika sudah membawa semua bahan bahan ujian namun kita tidak tahu di mana letak jawaban dr pertanyaan ujian itu. Agar memudahkan perlu kita membaca dan memahami bahan bahan ujian itu agar nanti saat ujian open book kita bisa mudah menemukan di mana letak jawaban tersebut.

Ujian open book sadar atau tidak juga kita dapatkan selama bangku kehidupan yang fana ini, dan dengan cara dan strategi yang sama untuk bisa menemukan jawaban dan berhasil melalui ujian kehidupan. Masalahnya kita sudah punya bahan bahan yang diujiankan di kehidupan namun kita sering lupa untuk memahami bahan bahan ujian tersebut sehingga saat ujian datang kita kalang kabut, mau mencari jawabannya di bahan bahan ujian pun akan percuma karna kita tidak tahu dimana letaknya atau mungkin kita sudah lupa menaruhnya atau bahkan mungkin kita sudah lupa bahwa kita memilikinya.

Lalu siapa yang harus disalahkan,,
Yang memberi ujian ataukah kita yang menjalani kehidupan..??

Senin, 10 November 2014 0komentar

Gagal MoveOn

Tayangan 10 menit yang akhir-akhir ini menghantui benak kawula muda mudi Indonesia, khususon bagi mereka yang pada zaman itu (baca:2002) pernah ngerasain tayangan lengkap edisi pertamanya. Bahkan akhir-akhir ini sudah menjamur ke mereka yang terbilang masih belum akhil baligh bahkan yang sudah lebih di atas rata-rata.

Sadar atau tidak, memberikan efek yang ane namain efek 'gagal move on' kepada hampir kawula-kawula yang ane sebutin di atas terutama bagi mereka yang tiba-tiba muncul rasa penasaran untuk mencoba menengok ke belakang atau sekedar hanya membuka lembaran buku masa lalu cintanya,, 

sambil pelan-pelan berbisik
"eh bagaimana ya kabar si doi sekarang...?"

berawal dari pertanyaan cerdas, lalu niat kemudian tindakan..
buka aplikasi "Line" trus klik "more" trus klik "find alumni" ----loading verify---- tinggal isi aja mau nengokin doi yang jaman kapan aja, SD - SMP - SMA - Kuliah atau bahkan TK..
loh loh.... kok ane jadi gagal paham gini yah =D ahaha

banyak cara untuk sekedar ingin tahu kabar si doi yang bisa bisa mantan pacar, mantan gebetan, bahkan mantan selingkuhan atau mantan tolakan. hehe

hal ganjil ini bagi sebagian orang masih dianggap wajar, yah walaupun agak-agak maksa dikit dengan membawa embel-embel menyambung tali silaturahmi yang telah lama terputus.. aseeek

Namun 
Bagi aku, kamu, kita dan kalian yang merasa siap untuk melanjutkan langkah, meniti perjalanan ke depan dan berusaha mengikat dalam sebuah komitmen. Tidak banyak waktu untuk menengok ke belakang jika itu berkaitan dengan cerita cinta di masa lalu. Jangan sesekali mencoba, karna walaupun hanya sebentar, hal itu sanggup merenggut kebahagiaan yang baru dimulai.
Ada banyak tipuan di sana.
Ada banyak perih di sana.
Ada banyak penyesalan di sana
yang terbungkus menggoda dan menghadirkan keinginan untuk merubah keadaan yang lalu menjadi lebih baik dan  menjelma menjadi sesosok pembanding antara yang sekarang dengan yang lalu.
 
Hati hati dengan kebiasaan hati yang bisa, bisa kuat dan bisa lemah. Hati ini memang tercipta dalam kondisi rapuh dan mudah goyah, berjaga-jaga dan membatasi diri mungkin cara yang bijak sebagai penjaga atas rapuhnya hati ini.


Sabtu, 14 Juni 2014 0komentar

pernak pernik mudik I

Paras ayu nya cukup membuat hati tertegun barang sejenak
Wajah sejuknya mampu menandingi sejuknya AC di gerbong tua ini
Tatapan lembutnya sanggup memberikan ruang tersendiri ditengah sesak penumpang arus balik mudik sore ini
Kecantikan khas jawa memancar terang tapi tak menyilaukan

Ingin terus kuramu kata kata untuk mewakili pesona indahnya, semakin tinggi hasrat itu, semakin besar harus kusita waktuku untuk terus memperhatikan mu dari kejauhan..

Sampai akhirnya aku hentikan segera semua angan indahku,, saat tak sengaja kulihat sebuah tanda sakral yang melingkari jari manis tangan kirinya.

Ah Tuhan,
CaraMu selalu unik untuk menegurku..

Sabtu, 24 Mei 2014 0komentar

-jambu merah-

Tak sengaja bagi aku tapi mungkin disengaja oleh tuhan

Kucoba mencari tahu walaupun terkesan tak mawas diri

Kuberanikan diri walaupun terkesan tak tahu diri

Ku ketuk jambu merah

Tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok
Tok tok tok tok tok tok tok tok tok
Tok tok tok tok tok tok tok tok
Tok tok tok tok tok tok tok
Tok tok tok tok tok tok
Tok tok tok tok tok
Tok tok tok tok
Tok tok tok
Tok tok
Tok
(.)
(titik)

hening

Ah ternyata memang aku tak mawas diri dan tak tahu diri.

Minggu, 20 April 2014 1 komentar

Aku harus bagaimana

Kali ini
Aku harus jujur.

Mungkin setelah ini semua yang tlah kau canangkan pada aku akan luntur begitu saja.
Aku tahu resiko itu,
tapi sekali lagi aku harus jujur akan rasa dan sikap ini.


Ini bukan soal cinta, ini lebih ke persoalan sudut pandang dan cara menikmati.



Semua orang mengamini,
Kau adalah makhluk terindah yang pernah diciptakan Tuhan, begitu pula yang aku pahami.
Kau adalah salah satu makhluk yang aku kagumi dari mulai dulu sampai sekarang ini
walaupun antara dulu dan sekarang cara aku mengagumimu sedikit berbeda. *kurasa

yap.
aku masih mengagumi hati dan sikapmu.         
(aish.. kenapa masih saja kata-kata gombal terlontar dari mulut manisku ini)


Maaf
aku masih terlalu kikuk untuk bisa berkata jujur, mengungkapkan apa yang aku rasa selama ini.

Aku mencoba,
tapi mohon cermatilah dengan baik penjelasanku ini yang agak terlalu bertele-tele ini.

sampai di mana tadi....
oh iya, sampai di bahasan "mengagumi"


Dulu aku ingin sekali mengagumimu seperti layaknya kekaguman sang Fajar merindukan sang Senja.

Tapi jangankan aku bisa seperti itu,
hampir setiap hari, mataku slalu disuguhi hal-hal yang kuanggap tabu.
satu dua kali mungkin aku masih bisa mengintruksikan kesepuluh jari tanganku untuk membantu menutupi kedua mataku dan memerintahkan wajahku untuk bisa menunduk atau bahkan memalingkan wajah
namun selebihnya dan seterusnya, intruksi dan perintah itu tak lagi didengarkan, bahkan sengaja seirama dengan si mata untuk tidak melewatkan pemandangan itu.
lalu, aku harus bagaimana


Awalnya aku kira itu semua terjadi sebagai sebuah kekhilafan.
namun itu masih saja terjadi.
Aku pun masih menjaga lentera pemikiranku bahwa itu tetaplah sebagai sebuah kekhilafan.

kau perlu tahu,
aku pun masih diliputi perasaan risih setiap kali ingin menikmati.
jadi jangan heran ketika tak sengaja aku tertangkap mata oleh kau.
aku seakan salah tingkah sendiri.
dan aku pun yakin kau pun risih akan itu.

Tapi waktu demi waktu
anehnya hal itu masih saja terus terjadi.

(mungkin)
kekhilafan itu telah berubah menjadi sebuah kebiasaan.
kebiasaan buah dari jalaran teko kulino.

Dan jika memang benar seperti itu adanya.
tolong beritahu aku,
aku harus bagaimana

Agar nantinya ketika aku ingin menikmatinya
aku tak terganjal dengan kerisihan ku
dan begitu juga dengan kau

Dan perlulah kau tahu.
Jujur dari lubuk hati yang paling dalam.
slama ini aku hanya bisa menikmati dengan caraku
yang dengan diam-diam, dengan curi-curi pandang, dan secara tidak sengaja tertelan ludahku
bahkan mungkin beberapa kali momen menikmati itu kujadikan fantasi pribadiku yang kusimpan sendiri
yang sewaktu-waktu bisa kuunduh dan kunikmati sendiri

tolong beritahu pada aku
bagaimana cara yang santun untuk bisa menikmati apa yang kau pamerkan itu.
menikmati tiap sentinya dengan khidmat, menikmati tiap helai lekukan dengan detail.
menikmati hal yang kuanggap keindahan itu

dan
saat ini sebagian dari kau, telah banyak yang menutup apa yang seharusnya ditutup
entah itu adalah panggilan hati atau mungkin sebagai ajang ngekor saja
atau malah sebagai bagian dari keikutsertaan kau mengikuti fashion yang lagi in saat ini

Tapi,
itu bukan urusanku
aku tak mau terlihat baik di depanmu
biarlah kau tahu juga diriku ini tak lepas dari kemunafikan

Entah mungkin otakku yang sudah ngeres.
masih saja aku lihat sebagian dari kau yang sudah tertutupi.
namun di mata aku masih saja terlihat jelas tiap centi lekukan tubuh kau
bahkan semakin jelas batasan-batasan itu.
dan maafkan aku jika aku harus menikmati dengan diam bahkan tak sengaja tertelan ludahku

Sekali lagi
tolong beritahu aku dan jelaskan pada aku
bagaimana aku harus menikmati ini semua
yang terkadang aku risih namun terkadang aku menikmati.
sehingga nantinya aku dan kau sama-sama enak, sama-sama bisa menikmati dengan nyaman dan dengan cara yang santun.
dan akhirnya,
aku puas, kau pun bangga.


dan sekali lagi,
bantulah aku menjawab pertanyaan dari pertanyaan yang sampai saat ini tak kutemukan jawaban pastinya.
.Aku harus bagaimana



Minggu, 13 April 2014 0komentar

si Peramal Masa Depan

Malam itu tidak seperti malam biasanya buat si Am, yang biasanya dia habiskan malam berada di kamarnya hanya untuk sekedar bermain game dari laptopnya atau sekedar melihat kumpulan film baru hasil download. Malam ini dia berada di depan teras kamarnya ditemani kopi pahit khas Lampung yang entah sudah berapa lama masa berlakunya habis, tapi tetap saja si Am menikmati kopinya dengan nikmat seakan seperti sedang menyeruput kopi luwak asli yang harganya mungkin 10 kali lipat dibandingan kopi yang sedang dinikmatinya sekarang dan tidak lupa malam ini dia ditemani suara kodok dan jangkrik yang saling bersahutan mencoba mengisi relung malam yang kosong.

Malam itu kebetulan bulan lagi berbaik hati menunjukkan paras asrinya kepada si Am, yang dari tadi mencoba untuk mencari posisi yang benar-benar enjoy buat dia, entah apa yang akan dilakukannya.. dan apa yang sedang dipikirkannya,, pikirannya kalang kabut seperti knalpot asap motor butut tetangganya, di mencoba menangkap serpihan pikiran-pikirannya yang melayang tanpa massa. sampai dia akhirnya mampu menangkap serpihan-serpihan pikiran itu lalu disusunnya dengan rapi merangkai sebuah pemikiran yang sudah dua hari ini coba dia rangkai..

Malam itu seakan mendadak hening, kodok yang dari tadi bersuara mendadak hening, mungkin si kodok  pergi mencari makan di seberang sungai sana, dan si jangkrik mungkin sedang mencoba peruntungannya di tempat lain.

Si Am pelan dan perlahan berinteraksi dengan dirinya sendiri, dia baru menyadari bahwa selama ini dirinya telah lama menjadi peramal.. tapi bukan peramal seperti Ki Joko Bodo atau sejenisnya, tapi peramal masa depan,, Si Am awalnya pun tak percaya kalau memang dirinya dari dulu telah menjadi peramal masa depan, dia pun tak habis pikir, seharusnya dengan kemampuannya tersebut dia sudah bisa meramal masa depannya, tentu hidupnya akan jauh lebih layak dari pada saat ini yang penuh dengan masalah yang datang bertubi-tubi datang pada diri si Am.. tidak hanya masalah tapi juga ketakutan yang tidak jelas dari mana datangnya membuat beban pikirannya tak kunjung reda malah bertambah.

Sampai akhirnya si Am menyadari bahwa dirinya selama ini telah menjadi peramal masa depan bukan malah memberikan keuntungan buat diri pribadinya, malah menambah beban. ternyata selama ini si Am selalu meramal masa depan mencoba berangan-angan, mecoba merangkai mimpi, tapi sembari itu pula si Am membuka ruang ketakutannya seolah menjadi pembanding dengan semakin tinggi mimpi yang direkanya, sehingga belum sempat dia melangkah untuk mencoba meniti mimpinya dia sudah terantuk oleh ketakutannya sendiri. kadang pula si Am terlalu asyik untuk meramal, terbuai dengan mimpi, mimpi yang boleh dikatakan kosong, kosong dari tindakan, yap si Am selalu terbuai dengan mimpinya, tanpa sedikitpun melangkah.

Si Am pun menyadari, bahwa sebenarnya meramal masa depan itu adalah PASTI, PASTI tidak PASTI. si Am pun termenung kala itu, sambil terus berpikir bahwa seharusnya dia segera terbuka dengan masa depan, hal terbodoh yang mungkin pernah dia lakukan adalah bermain-main dengan masa depan, slama ini dia terjebak dengan mencoba meramal masa depan,,
dan di penghujung malam itu terpatrilah sebuah kata-kata yang keluar dari bibirnya "ah, mungkin formula terbaik adalah dengan terbuka dengan masa depan, dan berfokus pada hari ini, gw harus berubah, gw harus fokus pada hari ini, seperti apa esok adalah seperti apa gw hari ini. gw harus berubah..."

Dan malam pun kembali ke peraduannya, kata-kata yang terpatri entah akan menjadi tenaga booster untuk memperbaiki menjadi lebih baik ataukah itu hanya akan sekali lagi menjadi mimpi kosong..

 ah sudahlah,mungkin harus di wajari karena dia memang si Am.





si Am : si Anak Manusia

 
Sabtu, 05 April 2014 0komentar

Kubangan yang sama (1)

Untuk kesekian kalinya
terjatuh di kubangan yang gue gali sendiri (lagi)

Memang gue akan bangkit dan biasanya slalu begitu
tapi apa itu akan berawal kembali lagi dari kubangan yang sama

luka dan bekas masa lalu tak pernah bisa mau bertahan lama
hanya sejenak mampir di awal dengan bayang ratapan akan sampai kapan seperti ini terus. 
tidak lebih.
setelah itu semua kembali dan berawal kembali dari kubangan yang sama.

seperti halnya anak SD harus mampu menyelesaikan ujian di yang diberikan di penghujung untuk bisa naik kelas, dan gue tetep sama, selalu gagal, dan dengan semangat di awal  untuk bisa lolos dari ujian itu yang nantinya akan surut dan berujung di gagal melewati ujian. dan sekali lagi gue harus mengulang dari titik awal, dan tetap akan menghadapi ujian yang sama. gue gag akan bisa lari dari ujian ini. karena hidup ini sama seperti tahapan. gue kagak akan bisa naik level sebelum bisa melalui ujian. masih ujian yang sama. dan selalu gue ngelakuin hal yang sama untuk menghadapi ujian yang sama berujung pada kubangan yang sama.

gue gag bisa menghadapi ujian dengan cara yang sama,, gue kudu menghadapi dengan cara yang lain. pelajari kesalahan di masa lalu yang buat gue gagal.

Tuhan masih mungkin masih berbaik hati memberikan kesempatan, entah sampai kapan
tapi gue gag mau habisin umur gue hanya untuk menghadapi ujian yang sama, sedangkan waktu tak pernah bisa diajak bernegosiasi sedikitpun, sogokan pun tak pernah dilirikanya, ah dasar waktu, selalu saja angkuh.

untuk kesekian kalinya,
gue harus kembali melangkah...


Rabu, 02 April 2014 0komentar

Ketika Muna menjadi Fix

Diantara perbatasan hitam dan putih ku kaburkan garis pembatas diantara keduanya agar aku bisa berpindah posisi dimanapun aku ingin,

Rentetan kata kuputar balikkan sesuka gairah dan didukung pula dengan lidah yang untungnya tidak pernah bertulang, 

Gesture ku perankan dengan baik, telah banyak topeng yang kubuat dan kuukir sendiri, agar aku bisa memerankan peran apapun dan kapanpun, kebebasan yang terbungkus dengan kealiman gombal, dan keliaran yang tersusun rapi dengan kehusyu'an semu. 

Hal yang wajar ketika sesekali harus berjumpa dengan kejenuhan, terbayang ada cahaya terang di balik ruangan gelap yang aku ciptakan sendiri, dan dengan jelas terlihat jalan kecil yang bisa mengantarku ke ujung cahaya, namun keengganan untuk meninggalkan zona nyaman masih membuatku betah untuk terus melekatkan pantat ini di ruangan ini.

 
 
;